Novel masih denganmu nina (part 2)
Pandangan nina tidak bisa dialihkan dari jam dinding di depan kelas. Pikirnya, pelajaran pak wibowo tidak kunjung selesai. Perutnya sangat lapar, karena tidak sempat sarapan pagi tadi.
"Lama banget ini pelajaran, masih 1jam pelajaran lagi..mana bete banget lagi aduh.. apa aku ke kantin aja yaa" pikirnya sambil memicingkan senyum
Nina mengangkat tangannya.
"Mm Permisi pak numpang ke kamar mandi sebentar" ucapnya cepat dan sejurus kemudian nina sudah keluar dari kelas.
"Fyuuuhhhhhh.. akhirnya!! Kannntinnnn im coming, laper bgt coy"
Nina berjalan memutar lewat taman belakang sekolah agar tidak ketahuan. Nina dg senangnya sambil berjingkrak jingkrak ketika sampai di pintu kantin. Namun nina tidak mengetahui bahwa ada seseorang yg membututinya dari belakang.
"Buk ibukkkk kantin... i love u so much.. ahhhhhh enaknyaaaaaa santaiiiiiiiii" sembari tidur di bangku panjang kantin dan menelungkupkan kedua tanganya di dahi
"Loh loh, kok malah disini nin. Belum waktunya istirahat kann.. ibu laporkan nak davi apa gimana ini?!" celoteh ibu kantin sambil sedikit menoleh ke arah pintu kantin.
"Nina laper ini bu, ahhhh ibu aku ga kenal davi. Siapa sih bu?! Mendadak amnesia ini. Udah sekarang bawain bakso semangkuk ya bu daripada bawel. Kalo ibu mau juga 3 mangkuk gpp hhehe nanti nina bayar lebih deh. nina laper bgt 5 tahun blm ma....."
"Nin" seseorang memotong
"Hmm kenapa bu"
"Nina" dia mulai memanjangkan nada suaranya. Namun nina masih belum sadar
"Udah cepet bikinin bu, jangan ngomong mulu deh!"
"Ninaaaaaaaaaaa"
"Ibu kantin ini kenapa sih manggil manggil nina terus!!" nina mulai kesal
" maaf dek nina itu bukan ibu yg manggil" nina bingung dan membuka matanya. Betapa terkejutny davi sudah ada didepan wajah nina.
"Ohhh.. bagussss banget yaaaaaa!!anak teladan banget kamu ini ya nin. Masih jam pelajaran tapi sudah dikantin. Pasti alasanya ke kamar mandi yaaa!!!" Davi menjewer telinga nina
Nina menyeringai
" ehhhhhhh daviii sayang.. eh engga kok, emmm tadi disuruh pak wibowo ke kantin beli penggaris" keringat dingin nina. Nina menyadari apa yg ia ucapkan tadi sangat konyol dan tindakan bodoh. Tp ia sudah terlanjur beralasan.
Davi memicingkan matanya dan tersenyum. Nina tahu betul dia akan benar benar habis jika davi sudah mengelurkan jurus memicingkan matanya.
"Bagus.. ayo sini ikut aku"
Davi masih menarik telinga nina. Nina berusaha menolak tetapi tenaga davi jauh lebih kuat. Dan makin berusaha menolak telinganya semakin sakit
Akhirnya nina pasrah dan mengetahui ia sudah sampai di depan kelas
"Permisi pak wibowo. Apakah benar anda yg meminta salah satu murid anda untuk membelikan penggaris di KANTIN SEKOLAH?"
"Kantin? Penggaris? Mana ada dikantin jualan penggaris.siapa davi yg bilang begitu?!!" Jawab pak wibowo sedikit kebingungan
"Begini pak..Murid anda nina kirana dan dimata pelajaran anda, dia bolos ke kantin untuk makan.saya memergokinya tadi.saya sengaja mengantarkan langsung kesini karena dia beralasan seperti tadi jadi saya ingin tahu kebenaranya.. dan benar kannnn dia jadi keliahatan sangat bodohh disini" ucap davi dg bangganya meyakinkan pak wibowo
"Haaaaaaaaaa nina kamu ini bodoh apa gob*ok sih. Di kantin mana ada penggaris" ucap riko dg nada mengejek
"Ia nih nina, alasannya kurang pintar.. silvia sayang coba ajarin si nina tuh"
"Nin, ga sekalian beli kapur barus di kantin?? Ya ga bro bro semua..."
" ahahahahahahahahaha" seisi kelas memperolok nina
Nina sangat maluu, ia menunduk dan ia tahu seisi kelas sangat puas menertawainya. Nina mulai merasa, kekasih macam apa yg tega melaporkan kelakuan kekasihnya sendiri untuk dipermalukan seperti ini. Nina diam seribu bahasa
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
seusai kejadian memalukan itu, nina dihukum membersihkan seisi kelas selama seminggu setiap setelah pulang sekolah.
Hari pertama ia sudah menyelesaikan hukumanya dg baik. Nina sangat lelah, Ia duduk dg tatapan kosong.. Fikirannya terbawa kepada masa lalu..
Dulu nina slalu diberlakukan layaknya putri. Dulu ia santun, dan menurutnya hidupnyalah yg paling sempurna. Namun pada kenyataannya sekarang, akhirnya nina diasingkan menjadi anak kost karena kedua orangtuanya sudah tiada. Ibunya meninggal 3tahun yg lalu. Ayahnya bangkrut dan menyusul ibu nina setahun setelahnya. Segala aset keluarga dijual untuk membayar tunggakan hutang ayahya.
Nina sulit menerima kenyataan..Dulu Nina slalu dilimpahkan dg gelimpang harta, ayah dan ibu yg sayang padanya, juga ia masih menjadi anak mama yg lemah lembut jg penurut.
Namun apa yg terjadi kemudian?? Nina mulai menyimpang menjadi perempuan liar dan hampir bunuh diri karena tidak tahan dg kenyataan yg terlalu jauh dg masa lalu.
"Aku ingin kembali ke masa lalu tuhan, aku rindu ayah ibuku.. aku ingin jadi peri kecil mereka kembali.. aku ingin bahagia kembali.. sebenarnya aku tidak mau menjadi anak yg seperti ini, tapi tuhan, engkau yg membuatnya sulit. Rasanya aku ingin matii tuhaannnnnnn" gumam nina dan sesaat kemudian air mata jatuh perlahan dipipinya..
Yg ada difikiranya sekarang.. ia sudah tidak punya siapa siapa.. bahkan sekarang ia benci dengan davi.
Namun tanpa diketahui nina, davi melihat nina dari kejauhan. Ia ingin membantunya, namun ia urungkan karena ia ingin sesuatu yg berarti menjadi pelajaran untuk kehidupan nina. Davi sengaja membuat nina ditertawakan, davi sengaja membiarkan nina sendiri dikala ia marah hari itu.. semua itu karena nina.. karena nina lah davi menjadi pribadi yg dingin..
-- karena nina lah --
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tobe continue..
Ditunggu part 3 besok kawan ππππ